Sunday, March 3, 2013

“Memang Lidah Tak Bertulang”: Hati-hati Jaga Lidah


"Orang muslim yang paling baik (kualitas) keislamannya adalah orang yang dimana kaum muslimin merasa aman dari (kejahatan) lisan dan tangannya. Orang mukmin yang paling baik (kualitas) keimanannya adalah yang paling baik akhlaknya. Sebaik-baik orang yang berhijrah adalah orang-orang yang meninggalkan apa saja yang dilarang Allah. Dan sebaik-baik jihad adalah orang yang memerangi hawa nafsunya demi (ketaatan) kepada Dzat Allah Azza wa Jalla." (HR. Ath-Thabrani dalam al-Kabiir, Ibnu Nashar dalam ash-Shalat, lihat ash-Shahihah no.1491).
       Banyak orang merasa bangga dengan kemampuan lisannya (lidah) yang begitu fasih berbicara. Bahkan tak sedikit orang yang belajar khusus agar memiliki kemampuan bicara yang bagus.
       Lisan memang karunia Allah yang demikian besar. Dan ia harus selalu disyukuri dengan sebenar-benarnya. Caranya adalah dengan menggunakan lisan untuk bicara yang baik atau diam. Bukan dengan mengumbar pembicaraan semau sendiri.

Waspadai Zionisme Dibalik Kerusuhan Tunisia


Media Arabnews memberitakan, Penembakan tokoh oposisi Democratic Patriot’s Movement di Tunisia, Chokri Belaid, Rabu (6/2) memicu reaksi ribuan demonstran turun ke jalan-jalan mengecam aksi tersebut.
Pembunuhan Belaid mengejutkan banyak pihak, di tengah masa transisi politik yang relatif damai, pasca pemilu demokratis Tunisia tahun 2011. Akibat peristiwa itu, pihak oposisi menuntut adanya revolusi baru.
Presiden Moncef Marzouki menyebut penembakan Belaid sebagai pembunuhan keji, dan pemerintahnya akan memerangi pihak-pihak yang akan mengganggu jalannya revolusi.
Sementara Perdana Menteri Hamadi Jebali menyebut pembunuhan itu sebagai tindak kejahatan dan menjadi pukulan bagi revolusi yang sedang berlangsung demokratis. Bahkan secara mengejutkan pula, PM Jebali malam itu mengumumkan rencananya membubarkan kabinetnya dan membentuk kabinet baru dari kalangan teknokrat atau cendekiawan yang berkompeten dan tidak mempunyai afiliasi politik tertentu. 

Friday, March 1, 2013

Peran Jurnalis dan Media Islam dalam Pembebasan Al-Aqsa


Pembebasan Masjid Al-Aqsa merupakan kewajiban bagi seluruh Umat Islam termasuk kaum muslimin yang berprofessi   sebagai jurnalis dan yang begerak dibidang perusahaan media (publishers), terutama dalam menyebarluaskan informasi yang akurat tentang kejadian yang sebenarnya di Israel (tanah Palestina yang diduduki Zionis Israel). Hal ini bisa dilihat dari sudut pandang yang Islami dan mengcounter (melawan) pemberitaan negatif tentang dunia Islam oleh media barat, dimana sebagian besar dikuasai Zionis Yahudi atau media internasional yang dikuasai lobi Zionis.

THE REALITY:THE WESTERN MEDIA APPLIES DOUBLE STANDARDS POLICY:

The Western mainstream media apply a policy of controlled news reporting on their domestic problems and at the same time they apply the lies and biased news reporting on international affairs especially on Islam, the Muslim World, the Middle East Conflict and international terrorism.
The Zionist-controlled Western Media circus‘ biased news reporting on the Muslim World, the Middle East conflict and international terrorism create fear and xenophobia. This situation leads to more xenophobia including Islamophobia in the US and the other Western Countries that influence not only the general public but also the government officials in the individual western countries.

Kriteria Pemimpin Sejati


Menjadi pemimpin adalah amanah. Amanah kepemimpinan tentu sangat berat jika dibandingkan dengan orang-orang yang dipimpin. Pemimpin dalam Islam adalah orang yang dipercaya untuk mengemban sebuah amanah. Baik tidaknya seorang pemimpin pasti akan berimbas kepada siapa yang dipimpinnya.
Jika pemimpin yang terpilih adalah orang yang jahil/bodoh dan tak faham syariat Allah Swt, maka tunggulah kehancurannya. Karena itu, berhati-hatilah menjadi pemimpin sebab di akhirat kelak dia tidak hanya mempertanggungjawabkan dirinya saja tapi juga mempertanggungjawabkan kepemimpinannya atas umat yang dipimpinnya.  
Ada pun pemimpin yang baik (memimpin sesuai syari’at Allah swt), maka insya Allah dia akan selamat saat mempertanggungjawabkan semua urusannya di hadapan Allah kelak. Sebaliknya, pemimpin yang jahil dan memimpin umat jauh dari rambu-rambu syari’at Allah swt., maka akan mendapat balasan yang setimpal.

Kasih Sayang Rasulullah SAW

Kasih sayang Rasulullah saw kepada umatnya tiada taraa. Banyak fenomena yang dapat dijadikan bukti betapa Rasullah saw teramat menyayangi umatnya. Tentunya kita semua masih ingat bagaimana keadaan bangsa Arab sebelum kedatangan Rasulullah saw yang membawa dan menyebarkan ajaran Islam. Mereka adalah umat yang bejat akhlaknya, rusak moralnya.

Bangsa Arab pada masa jahiliyah terbiasa mengubur bayi-bayi perempuan mereka hidup-hidup tanpa belas kasihan karena dianggap sebagai aib. Perjudian, mabuk-mabukan, buka-bukaan aurat, dan segala bentuk kemaksiatan menjadi santapan sehari-hari bangsa Arab pada masa jahiliyah.

Lalu ketika Rasulullah Muhammad saw datang dengan membawa ajaran Islam, bangsa Arab pun berangsur-angsur berubah menjadi bangsa yang berakhlak mulia. Wanita yang dulu senantiasa dianggap rendah, kini menjadi mahkluk yang dimuliakan.